Senin, 12 September 2011

PECAH BIAYA

Metode Membagi Jumlah Biaya Menjadi Komponen Tetap dan Komponen Variabel.

Suatu langkah penting di dalam merumuskan kebijakan adalah menentukan biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost) suatu perusahaan. Oleh karena biaya semivariabel (atau biaya campuran) mengandung ciri-ciri tetap dan ciri-ciri variabel, maka biaya demikian itu harus dipecah menjadi komponen-komponen yang tetap dan yang variabel.
          Ada tiga cara yang lazim untuk memecah jumlah biaya menjadi komponen-komponennya yang tetap dan yang variabel, yaitu (1) metode titik tinggi rendah (high-low point method); (2) metode grafik-sebaran (scarttergraph method) dan (3) analisa regresi sederhana (simple regression analysis) atau segi empat paling-sedikit (least squares method).

Contoh : A


Bulan                          Tingkat Aktivitas              Biaya
Jam Kerja Langsung        Overhead Pabrik

Januari ........................... 5.600                      Rp   3.800.000,-
Pebruari .......................    4.000*                    Rp   3.000.000,-*
Maret ..........................    5.200                      Rp   3.600.000,-
April .............................    6.000*                    Rp   4.000.000,-*
M e I ...........................    5.000                      Rp   3.400.000,-
J u n I ..........................    4.800                      Rp   3.200.000,-
Jumlah ........................... 30.600                    Rp 21.000.000,-
Rata-rata sebulan .......      5.100                    Rp   3.500.000.-

Cara Penyelesaian :
1.    Metedo Titik tinggi-rendah (High Low Point Method)

Jam Kerja Langsung        BiayaOverhead
Tertinggi (April) .................... .     6.000                      Rp 4.000.000,-
Terendah (Pebruari) ...............     4.000                      Rp 3.000.000,-
Selisih ..................................     2.000                      Rp 1.000.000,-



Tertinggi                Terendah

Jumlah Biaya  …………..   Rp 4.000.000,-        Rp 3.000.000,-
Biaya Variabel *)……….... Rp 3.000.000,-        Rp 2.000.000,-
Biaya tetap ……………… Rp 1.000.000,-        Rp 1.000.000,-

*) Perhitungan Biaya Variabel :
   Titik Tinggi    : Rp 500,- x 6.000 jkl  = Rp 3.000.000,-
   Titik Rendah : Rp 500,- x 4.000 jkl) = Rp 2.000.000,-
Titik Tinggi, Biaya Tetap   = Rp 4.000.000,- - Rp 3.000.000,- = Rp 1.000.000,-
Titik Rendah, Biaya Tetap= Rp 3.000.000,- - Rp 2.000.000,- = Rp 1.000.000,-

2.    Analisa regresi sederhana (Simple Regression analysis) :
                 
Bulan
(1)
Jam Kerja
Langsung
(2)
Selisih dari Rata-rata (5.100)
(3)
Biaya BOP
(Rp)
(4)
Selisih
Dari Rata-rata (Rp3,5 jt)
(5)
(Kolom2)2
(6)
(2) x (4)

Jan
5.600
+  500
3,8
+ 300.000
  250.000
+ 150 jt
Feb
4.000
-   1.100
3,0
-  500.000
1.210.000
+  550 jt
Maret
5.200
+    100
3,6
+ 100.000
10.000
+    10 jt
Apr
6.000
+    900
4,0
+  500.000
810.000
+  450 jt
Mei
5.000
-     100
3,4
-  100.000
10.000
+    10 jt
Juni
4.800
-     300
3,2
-  300.000
90.000
+    90 jt
Jumlah
30.600

21,0jt

2.380.000
  1.260 jt
Rata2
5.100

3,5jt



Langkah Penyelesaian :
1.    Lihat  Tabel : tentukan tingkat aktivitas rata-rata (kolom 1) dan biaya (kolom 3)
2.    Hitung selisih antara aktivitas actual dengan aktivitas rata-rata setiap bulan (kolom 2) dan selisih antara biaya katual dengan rata-rata setiap bulan (kolom 4)
3.    Kuadratkan tiap-tiap selisih antara aktivitas actual dengan aktivitas rata-rata (kolom 2) dan catat hasil-hasilnya (kolom 5)
4.    Kalikan tiap-tiap selisih tingkat aktivitas (kolom 2) dengan selisih biaya yang menjadi padanannya (kolom 4) dan catat hasil-hasilnya (kolom 6)
5.    Hitung tariff biaya variabel per jam atau per unit, dengan jalan membagi kolom 6 dengan kolom 5.
                                  
    Tarif variabel per jam atau perunit =                                    
                               
             


6.    Biaya Tetap (FC) kemudian dihitung dengan memakai persamaan garis lurus

                                                 

Di  mana :
             Y = Biaya Overhead rata-rata            
             x = tingkat aktivitas rata-rata
                  b = tariff variabel per jam kerja langsung atau per unit
                  a = biaya tetap (FC)

Dengan persamaan y = a +bx itu akan dicari nilai a, dan diketahui bahwa x     adalah jumlah rata-rata jam kerja langsung, atau
     x = 5.100 jam kerja langsung ; y = Rp 3,5 juta overhead rata-rata; b = Rp 530,- per jam kerja langsung, maka persamaannya menjadi :

     Rp 3,5 juta biaya overhead rata-rata = a + (Rp 530,- Per JKL x 5.100 JKL rata-rata) = a + Rp 2.703.000,
     Rp 3.500.000,- = a + Rp 2.703.000,-
     maka  = a = Rp 3.500.000,- – Rp 2.703.000,-  = Rp 797.000,-

               ATAU

               Y = a +bx
               Rp 3.500.000,- = a + (Rp 530,- x 5.100)
                                        = Rp 3.500.000,- = a + Rp2.703.000,-
                                     a = Rp 3.500.000,- - Rp 2.703.000,-
                                     a = Rp 797.000,-
                   


3.    Metode Grafik-Seberan (Scattergraph Method) :
     Pada metode ini, jumlah biaya sesuatu barang pada berbagai tingkat      produksi digambarkan sebagai titik di sebuah grafik.


Contoh : B

Perhatikan Grafik-Sebaran, sumbu y menggambarkan biaya, dan sumbu x menggambarkan tingkat aktivitas. Sesudah titik-titik itu semuanya digambarkan (satu titik untuk satu bulan, yang jumlahnya ada 6), maka ditarik garis lurus (kira-kira menurut penglihatan) melintasi pertengahan daerah tersebarnya titik-tittik itu (garis A di dalam grafik). Langkah berikutnya adalah menarik garis (yaitu B) horizontal, mulai dari titik di mana garis A memotong sumbu y. Garis B itu kira-kira menggambarkan biaya tetap, yang di dalam  contoh ini adalah Rp 800.000,-. Metode ini mengandung taksiran yang agak kasar, karena garis-garisnya diukur dengan penglihatan mata saja.
Daerah yang terletak antara garis A dan garis B menunjukkan biaya variabel, yang dihitung dengan cara seperti berikut :

(1).    Ambil salah satu titik pada sumbu x, umpamanya 6.000 jam kerja langsung.
(2).    Tarik garis tegak lurus dari angka 6.000 itu sampai memotong garis A.
(3).    Dari titik potongnya itu buatlah garis hirizontal ke arah sumbu y (Rp 4.000.000,-).
(4).    Maka pada 6.000 jam kerja langsung, jumlah biaya adalah Rp 4.000.000,-
(5).    Karena sudah dihitung bahwa biaya tetapnya berjumlah Rp 800.000,-, maka biaya variabel pada 6.000 jam kerja langsung adalah Rp 4.000.000,-  -  Rp 800.000,- = Rp 3.200.000,-.
(6).    Cara menghitung biaya variabel per unit adalah membagi Rp 3.200.000,- (yaitu jumlah biaya variabel) dengan 6.000 jam kerja langsung, yang menghasilkan tariff biaya variabel untuk setiap jam kerja langsung.


                             Garfik-Sebaran : Analisa Visual




 

                                                                                                   Garis A

y        4 jt     -                                                                 1   April
o                                                                       Jan   1
B                                                         Maret      1
O        3 jt    -                                                      1   Mei
P                                                          1          1       Juni
                                              Feb
              
        2 jt      -             
                                                           Biaya Variabel


        1 jt      -          Biaya Tetap (Fixed Cost)
                                                                                                       Garis B



















 

                0
                         1.000  2.000   3.000  4.000  5.000  6.000

                                 Jam Kerja Langsung , X

Tidak ada komentar:

Posting Komentar